HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DAN KEHAMILAN USIA BERISIKO DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KELURAHAN GUNUNG KELUA

  • Rafida Nursyahbani Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman
  • Agustina Rahayu Maghdaleni
  • Muhammad Buchori
Keywords: Stunting, Clean and Healthy Behavior, High-Risk Pregnancy Age

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem in children under five years old which is characterized by shorter height than the age. In 2020, the highest percentage of stunting in Gunung Kelua was located in Samarinda. There are many factors that contribute to childhood stunting. The purpose of the study was determine the correlation of clean and healthy behavior and high-risk pregnancy age (<20 or > 35 years) with stunting case. This research was an analytical observational study with a case-control study design. This study was conducted in Gunung Kelua, Samarinda in 2021. The sample selection was carried out by using a simple random sampling technique. The number of samples in this study was 24 children, with 12 children for each case and control group. Data was collected by measuring height using microtoise, conducting interviews and filling out questionnaires. Data were analyzed by percentage and Fisher's exact test. The results of bivariate analysis showed that clean and healthy behavior (p=1,000) and high-risk pregnancy age (p=1,000) showed p-value > 0,05. Based on this results, it can be concluded that there is no correlation between clean and healthy behavior and high-risk pregnancy age with stunting case. Thus, it can be assumed that H0 is accepted. It is recommended that Public Health Clinic can evaluate and improve the 1000 days of life nutritional intake program from conception to the age of 2 years in order to reduce the prevalence of stunting.

References

Amahorseja, A. R., Suryanegara, W., & Wija, I. B. E. U. (2019). Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Orang Tua Balita Terhadap Kejadian Stunting di Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Widya, 6.

Apriani, L. (2018). Hubungan Karakteristik Ibu, Pelaksanaan Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (Phbs) Dengan Kejadian Stunting (Studi Kasus Pada Baduta 6 - 23 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pucang Sawit Kota Surakarta). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 6(4), 198–205.

Aprizah, A. (2021). Hubungan karakteristik Ibu dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga dengan kejadian Stunting. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA, 4(1), 115–123. http://ojs.ukmc.ac.id/index.php/JOH%0AJKSP

Candra, A. (2013). Hubungan Underlying Factors dengan Kejadian Stunting pada Anak 1-2 Tahun. 1(1), 1–12.

Dinas Kesehatan Kota Samarinda. (2020). Stunting 2020.

Fadilah, S. N. N., Ningtyias, F. W., & Sulistiyani. (2019). Faktor Genetika, Pola Asuh dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai Faktor Risiko Stunting pada Balita. In Digital Repository Universitas Jember. http://repository.unimus.ac.id/411/

Fajrina, N. (2016). Hubungan Faktor Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas ’Aisyah Yogyakarta. Yogyakarta.

Hartono, Widjanarko, B., & Setiawati, M. (2017). Hubungan perilaku Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga dengan status gizi balita usia 24-59 bulan. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 5(2), 88–97. https://doi.org/10.14710/jgi.5.2.88-97

Jayanti, LD, Effendi, YH, dan Sukandar, D. (2011). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Serta Perilaku Gizi Seimbang Ibu Kaitannya Dengan Status Gizi dan Kesehatan Balita di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Jurnal Gizi dan Pangan. 6 (3): 192-199.

Kemenkes. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Buletin Jendela Data Dan Informasi Kesehatan, 53(9), 38–43.

Nuraeni, I., & Diana, H. (2019). Karakteristik Ibu Hamil Dan Kaitannya Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Media Informasi, 15(1), 10–15.

Nurhidayati, T., Rosiana, H., & Rozikhan. (2020). Usia Ibu saat Hamil dan Kejadian Stunting pada Anak Usia 1-3 Tahun. 335(5), 93–96.

Riskesdas. (2018). Laporan Riset Kesehatan Dasar Nasional. In Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (p. 198).

Sani, M., Solehati, T., & Hendarwati, S. (2020). Hubungan Usia Ibu Saat Hamil dengan Stunted pada Balita 24-59 Bulan. Holistik Jurnal Kesehatan, 13(4), 284–291. https://doi.org/10.33024/hjk.v13i4.2016

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia.

UNICEF. UNICEF-WHO-World Bank: Joint Child Malnutrition Estimates 2018 edition – interactive dashboard. (2018).

WHO, UNICEF & Group, W. B. (2018). Levels and Trends in Child Malnuutrition.

Widanti, Y. A. (2017). Prevalensi, Faktor Risiko, dan Dampak Stunting pada Anak Usia Sekolah. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, 1(1), 23–28.

Yuniar, W. P., Khomsan, A., Dewi, M., Ekawidyani, K. R., & Mauludyani, A. V. R. (2020). Hubungan antara Perilaku Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Status Gizi Baduta Di Kabupaten Cirebon. Amerta Nutrition, 4(2), 155. https://doi.org/10.20473/amnt.v4i2.2020.155-164

Published
2022-03-31
Section
Articles
Abstract = 47 times
PDF downloaded = 32 times